Ayo Bersama-sama Wujudkan Indonesia Emas 2045

Foto Senam Germas 

Tahun 2045 akan menjadi momentum penting dalam perjalanan sejarah di negara kita, karena pada saat itu Indonesia berusia 100 tahun. Hal tersebut menuntut pemerintah untuk mempersiapkan generasi mudanya menghadapi moment tersebut dengan baik.

Ketika bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaan 17 Agustus 1945 berpenduduk sekitar 61 juta  dan ketika memasuki 100 tahun kemerdekaan, tahun 2045, diprediksi jumlah penduduk mencapai 340 juta dengan 180 juta di antaranya termasuk usia produktif 15-24 tahun.

Keadaan inilah yang di dalam istilah ekonomi kependudukan disebut dengan jendela demografi (the demografhic window of opportunity) yang berdampak pada salah satu dari dua kemungkinan yaitu bonus demografi (demografhic devidend) atau justru sebagai kutukan demografi (demografhic disease).

Jendela demografi dapat menjadi bonus demografi apabila profil penduduk Indonesia berkualitas, sehingga merupakan potensi bagi negara untuk melakukan akselerasi ekonomi dengan menggenjot industri manufaktur, infrastruktur dan UMKM, karena berlimpahnya angkatan kerja. 

Sebaliknya, jendela demografi dapat pula berubah menjadi petaka atau kutukan demografi, yang akan menghasilkan pengangguran massal dan menjadi beban negara, manakala negara tidak melakukan investasi sumberdaya manusia (human capital investment).

Untuk memanfaatkan bonus demografi dan mewujudkan Indonesia emas 2045, menurut menteri keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa ada empat syarat agar terwujudnya Indonesia emas tahun 2045 yaitu kualitas manusia, ketersediaan infrastruktur, kualitas kelembagaan dan kebijakan pemerintah.

Disisi lain juga menteri kesehatan Republik Indonesia Nila Moeloek juga menegaskan bahwa kualitas manusia dipengaruhi oleh kondisi kesehatannya. Masyarakat yang sehat tentu akan memberikan dampak yang positif atau melahirkan masyarakat yang berkualitas lainnya seperti infografis di bawah ini:

Infografis di atas menggambarkan kepada kita bahwa masyarakat yang sehat akan berdampak pada lahirnya masyarakat yang sejahtera, masyarakat yang bahagia, masyarakat yang mampu bersaing, masyarakat yang cerdas, masyarakat yang kuat yang tentunya akan berdampak pada kualitas negara kita sendiri.

Namun pada kenyataannya, banyak dari masyarakat khususnya kaum muda yang masih rendah kesadarannya mengenai kesehatan padahal pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia gencar-gencarnya berusaha untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

Di sinilah perlunya keterlibatan semua pihak untuk bersama-sama mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat. Nah, dalam tulisan ini saya akan mengulas seputar informasi mengenai Penyakit Tidak Menular (PTM) sebagai salah satu bentuk kontribusi saya menyuarakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Dibaca ya sobat!

Saat ini, Indonesia tengah menghadapi tantangan besar yakni masalah kesehatan triple burden, karena masih adanya penyakit infeksi, meningkatnya penyakit tidak menular (PTM) dan penyakit-penyakit yang seharusnya sudah teratasi muncul kembali.

Pada era 1990, penyakit menular seperti ISPA, Tuberkulosis dan Diare merupakan penyakit terbanyak dalam pelayanan kesehatan. Namun, perubahan gaya hidup masyarakat menjadi salah satu penyebab terjadinya pergeseran pola penyakit (transisi epidemiologi). Diabad 22 ini, PTM seperti Stroke, Penyakit Jantung Koroner (PJK), Kanker dan Diabetes justru menduduki peringkat tertinggi.

Berdasarkan data di atas, dapat kita katakan bahwa  PTM merupakan jenis penyakit yang setiap tahun mengalami peningkatan sebagai penyakit penyebab kematian terbesar. Jika kita bandingkan pada tahun 1990, PTM meningkat sebanyak 34 % di tahun 2014, sedangkan penyakit menular mengalami penurunan 34%. Tentu, PTM bisa saja setiap tahun kedepan dapat meningkat jikalau masyarakat Indonesia masih belum sadar akan pentingnya kesehatan.

Mungkin sobat bertanya-tanya. PTM itu apa sih?.

Nah, untuk menjawab pertanyaan sobat, dibawah ini akan dijelaskan secara detail mengenai PTM. dibaca ya sobatku!

Penyakit Tidak Menular atau biasa disingkat dengan PTM merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, keadaan penyakit tidak menular ini masih merupakan masalah kesehatan penting dan dalam waktu bersamaan morbiditas dan mortalitas ini makin meningkat.

Hal ini merupakan beban ganda dalam pelayanan kesehatan, tantangan yang harus dihadapi dalam pembangunan bidang kesehatan khsusunya di Indonesia. Menurut Departemen Kesehatan Indonesia yang dikutip dari Klikdokter, penyakit tidak menular adalah penyakit kronis yang tidak ditularkan dari orang ke orang. Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 70 persen penyebab kematian di dunia adalah penyakit tidak menular.

Perlu sobat ketahui bahwa Penyakit Tidak Menular (PTM) diakibatkan oleh diri sendiri, rendahnya kesadaran kita akan pentingnya kesehatan membuat kita acuh pada diri sendiri. Apalagi sobat yang suka main game, duduk berjam-jam tanpa mengenal lelah tentu saja akan lebih berisiko terkena PTM.

Gambar di atas menjelaskan bahwa, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (riskesdar) tahun 2013, PTM diakibatkan oleh kurangnya 26,1% aktifitas fisik, 93,6 % kurangnya makan sayur dan buah, 53,1% tinggi gula, 26,2% tinggi garam, 28,9% obesitas umum, 26,8% obesitas sentral, 36,3 prevelensi perokok, dan 4,6 mengkonsumsi alkohol. Itulah beberapa faktor penyebab resiko timbulnya penyakit tidak menular pada tubuh kita.

Perlu sobat ketahui juga Penyakit Tidak Menular (PTM) tidak memandang muda atau tua, kaya atau miskin, semua bisa terkena PTM lo. Berdasarkan Litbangkes 2014 penyebab kematian utama di segala umur diakibatkan oleh 21,1% stroke, 12,9% penyakit jantung koroner, 6,7% diabetes dengan komplikasi, 5,7% tuberkulosis, dan seterusnya.

Sedangkan penyebab kematian utama usia 30-70 tahun diakibatkan oleh 20,7% penyakit pembuluh darah otak, 14,9% penyakit jantung iskemik, 9,6% DM, 7% TB, dan seterusnya. Jika kita perhatikan gambar dibawah ini, penyakit tidak menular adalamh penyakit yang paling besar penyebab kematian utama di segala umur.

Dampak PTM tidak hanya berefek pada diri kita saja lo sobat, namun juga akan berefek lebih luas lagi.

Meningkatnya PTM dapat menurunkan produktivitas sumber daya manusia, bahkan kualitas generasi bangsa. Hal ini berdampak pula pada besarnya beban pemerintah karena penanganan PTM membutuhkan biaya yang besar. Pada akhirnya, kesehatan akan sangat mempengaruhi pembangunan sosial dan ekonomi.

Penduduk usia produktif dengan jumlah besar yang seharusnya memberikan kontribusi pada pembangunan, justru akan terancam apabila kesehatannya terganggu oleh PTM dan perilaku yang tidak sehat. Adapun penyebab PTM adalah perilaku pola hidup kita sehari-hari yang kita masih menganggap biasa, padahal sangat berbahaya bagi kesehatan kita.

Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan RI secara khusus mengingatkan kepada masyarakat untuk mengubah perilaku hidup kita dengan perilaku hidup sehat melalui gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) guna mewujudkan Indonesia sehat.

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Pelaksanaan GERMAS harus dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian. 

GERMAS merupakan gerakan nasional yang diprakarsai oleh Presiden RI yang mengedepankan upaya promotif dan preventif, tanpa mengesampingkan upaya kuratif-rehabilitatif dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam memasyarakatkan paradigma sehat.

Untuk menyukseskan GERMAS, tidak bisa hanya mengandalkan peran sektor kesehatan saja. Peran Kementerian dan Lembaga di sektor lainnya juga turut menentukan, dan ditunjang peran serta seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari individu, keluarga, dan masyarakat dalam mempraktekkan pola hidup sehat, akademisi, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi profesi dalam menggerakkan anggotanya untuk berperilaku sehat; serta Pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah dalam menyiapkan sarana dan prasarana pendukung, memantau dan mengevaluasi pelaksanaannya.

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) untuk mencegah timbulnya penyakit tidak menular (PTM) dapat dilakukan dengan CERDIK. Apa itu CERDIK? Yuk simak pembahasan dibawah ini:
PTM dapat dicegah dengan cara mengendalikan faktor risiko yang diyakini menjadi penyebabnya. Kegiatan pengendalian faktor risiko PTM bertujuan untuk mendorong agar mandiri dalam penerapan gaya hidup sehat melalui perilaku 'CERDIK'. Mari kita berkenalan dengan pola perilaku 'CERDIK' untuk mencegah timbulnya PTM:

C ( Cek Kesehatan Secara Rutin )
Baik disadari ataupun tidak, kita sering meremehkan kesehatan. Kebanyakan orang baru akan memeriksakan dirinya apabila mengalami keluhan atau bahkan ada orang yang tidak mau memeriksakan dirinya sama sekali dengan alasan takut ketahuan penyakit yang dideritanya.

Banyak ditemukan orang-orang yang memiliki tensi sangat tinggi masih melakukan aktivitas seperti biasa hingga mendadak terkena serangan stroke atau jantung atau bahkan meninggal secara tiba-tiba. Oleh karena itu, jaga kesehatan kita dengan cara merubah cara pandang mengenai kesehatan bahwa lebih baik mencegah dan mengetahui sejak dini penyakit yang diderita dari pada mengalami komplikasi dan susah diobati.

Periksakanlah kesehatan minimal cek tekanan darah, ukur lingkar perut, tinggi badan dan timbang berat badan minimal sebulan sekali. Memonitor perilaku merokok, diet dan aktifitas fisik yang dilakukan secara rutin dan periodik.

E ( Enyahkan Asap Rokok )
Banyak jenis penyakit tidak menular yang berhubungan dengan asap rokok. Kita juga sering mendengar fenomena second smoker dan third smoker yakni perokok pasif yang ikut beresiko terkena penyakit akibat terpapar asap atau residu bekas rokok.

R ( Rajin Aktivitas Fisik )
Menurut WHO, kurangnya aktivitas fisik merupakan salah satu faktor resiko munculnya penyakit-penyakit tidak menular. Pembinaan jasmani sangat penting untuk dilakukan sebagai upaya mempertahankan dan meningkatkan kesehatan. Agar tubuh kita semakin sehat dan bugar, disarankan melakukan olahraga rutin minimal 30 menit setiap hari. Bagi orang yang memiliki kesibukan dan tidak sempat berolahraga, dapat memilih aktivitas yang mendukung fisik bergerak aktif.

D ( Diet Seimbang )
Diet seimbang adalah pola konsumsi makanan yang mengandung zat gizi dari jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh termasuk pemilihan bahan makanan yang tidak mengandung pengawet, makanan rendah gula, rendah garam, tinggi serat dan kalori seimbang. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayur dapat menekan kadar tekanan darah tinggi dan kolesterol, juga dapat menurunkan resiko kegemukan.

I ( Istirahat Cukup )
Tidur adalah kebutuhan dasar setiap orang. Tidur yang cukup diharapkan bisa menjaga kesehatan tubuh. Karena itulah setiap orang harus memenuhi kebutuhan tidur yang durasinya disesuaikan dengan usia. Pada usia produktif, orang dewasa membutuhkan 7-8 jam tidur setiap harinya

K ( Kelola Stres )
Stres adalah suatu keadaan berupa respon sesorang terhadap situasi yang diterimanya sebagai tantangan atau ancaman. Seseorang yang mengalami stres umumnya merasakan perasaan tertekan, cemas, letih, takut dan depresi. Hal-hal yang dapat mengurangi stres dengan selalu berfikir positif, berusaha sabar dan ikhlas, meningkatkan ibadah dan mensyukuri nikmat Tuhan YME.

***


Jadi kesimpulannya sobat, yuk mari kita bersama-sama meningkatkan kesadaran kita akan pentingnya menjaga kesehatan. Karena menjaga kesehatan diri kita sendiri sudah termasuk dalam kontribusi kita menggapai INDONESIA EMAS 2045, karena warga negara yang sehat akan menciptakan negara yang kuat dan mampu bersaing dengan negara lain.

Penyakit tidak menular bisa terjadi kepada siapapun, oleh sebab itu kerjasama antara pemerintah dan masyarakat harus tetap terjalin, tentunya tanpa dukungan dari masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam menyuarakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) tidak bisa terealisasi dengan baik. Jadi semua komponen negara berperan dalam merealisasikan GERMAS di negara kita tercinta ini.

***

Dapatkan Tips dan Info mengenai Kesehatan dengan mengikuti Kemenkes RI di:
- Instagram : @kemenkes_ri
- Facebook : Kementerian Kesehatan RI
- Twitter : @KemenkesRI

Sumber Gambar:
- koran88.com
http://sehatnegeriku.kemkes.go.id

Infografis By:
- Lalu Teguh Jiwandanu


Daftar Referensi:
http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/?s=penyakit+tidak+menular
http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/foto/20141014/1211275/deteksi-dini-untuk-penyakit-tidak-menular/
http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20140615/3410375/kurang-gerak-tingkatkan-resiko-penyakit-tidak-menular/
http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/?s=penyakit+tidak+menular&paged=2
http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20140429/3310394/penyakit-tidak-menular-berdampak-ekonomi/
http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20130626/488116/prinsip-pencegahan-penyakit-tidak-menular-ptm-dan-regulasinya/
http://www.depkes.go.id/article/view/16111500002/germas-wujudkan-indonesia-sehat.html
http://www.depkes.go.id/resources/download/info-terkini/materi_rakorpop_2018/Strategi%20Pengendalian%20Penyakit%20Tidak%20Menular%20Terintegrasi.pdf


0 Response to "Ayo Bersama-sama Wujudkan Indonesia Emas 2045"

Post a Comment

Bagaimana tanggapan Anda mengenai ulasan di atas?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel