Kalahkan Kanker Dengan Imunoterapi


Memiliki badan yang sehat adalah dambaan semua orang, terlebih di zaman sekarang ini, menjaga kesehatan sudah menjadi sebuah tuntutan. Namun di sisi lain, kita tau bahwa penyakit bisa datang kapan saja dan dimana saja. Mau kaya atau miskin, tua atau muda, laki-laki atau perempuan, semua orang memiliki potensi terkena penyakit.

Berbicara mengenai penyakit, kita pasti sering mendengar penyakit yang sampai sekarang menjadi penyebab kematian terbesar kedua di dunia, yaitu penyakit Kanker. Namun rasanya kurang lengkap tanpa kita tau lebih dalam mengenai apa sebenarnya kanker. Untuk itu saya mengajak teman-teman untuk sedikit membahas mengenai kanker di bawah ini.

Apa itu Kanker?

Sebagaimana dikutip dari lama kalahkankanker.com, kanker merupakan penyakit yang memiliki karakteristik yaitu adanya perkembangan sel abnormal yang membelah diri di luar kendali dan memiliki kemampuan untuk masuk ke dalam jaringan tubuh normal di sekitarnya dan menghancurkan jaringan tersebut.

Selain itu kanker juga memiliki kemampuan untuk menyebar ke bagian-bagian tubuh yang lain. Walaupun ada berbagai macam kanker, semua jenis kanker pada dasarnya dimulai dari pertumbuhan sel-sel secara tidak normal (abnormal) dan tidak terkendali.

Penyebab Kanker

Sebagaimana yang kita ketahui, di setiap sel dalam tubuh kita terdapat DNA (deoxyribonucleic acid) yang memiliki fungsi memerintahkan sel untuk terus tumbuh. Kanker disebabkan karena sel normal berubah menjadi sel abnormal yang disebabkan karena adanya kerusakan DNA (deoxyribonucleic acid).  Sel yang seharusnya mati terus tumbuh dan berubah menjadi sel abnormal.

Sebenarnya tubuh kita memiliki mekanisme sendiri untuk bisa menghancurkan sel abnormal tersebut, bila mekanisme tersebut gagal, sel abnormal akan tumbuh tidak terkendali dan menyebar ke sel normal.

DNA yang tidak normal bisa berasal dari orangtua ke anak, namun dibeberapa kasus DNA yang rusak dapat diakibatkan oleh faktor lingkungan seperti kebiasaan merokok dan terpapar sinar matahari secara berlebihan. Namun demikian, sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti apa penyebab kanker.

Adapun faktor yang bisa meningkatkan resiko kanker antara lain:
1. Usia;
Kasus kanker banyak ditemukan pada mereka yang berusia 65 tahun atau lebih tua. Namun, walaupun banyak ditemukan pada usia dewasa, kanker juga bisa menyerang pada orang lain tanpa batasan usia.
2. Kebiasaan hidup;
Kebiasaan hidup yang buruk dapat meningkatkan resiko terkena kanker, misalnya kebiasaan merokok dapat meningkatkan resiko terkena kanker paru-paru.
3. Sejarah keluarga;
Jika ada riwayat dalam garis keluarga pernah mengidap kanker, kemungkinan DNA tersebut diwariskan ke generasi berikutnya. Namun tenang, masih kecil kemungkinan kanker terjadi dalam kondisi ini, untuk itu lebih lanjut konsultasikan langsung dengan dokter profesional.
4. Kondisi kesehatan;
Pada kondisi kesehatan tertentu, misalnya seseorang yang mengalami peradangan usus besar memiliki kemungkinan lebih besar terkena kanker.
5. Terinfeksi virus dan bakteri;
Virus dan bakteri merupakan salah satu penyebab yang bisa menimbulkan kanker, misalnya virus human papilloma (HPV) dapat meningkatkan resiko kanker serviks.
6. Lingkungan.
Paparan zat kimia yang berbahaya dapat meningkatkan resiko terkena kanker, misalnya polusi udara atau asap rokok dapat meningkatkan resiko terkena kanker paru bagi orang yang berada di lingkungan tersebut.

Gejala Kanker

Gejala yang bisa timbul akibat kanker bervariasi, tergantung jenis kanker dan organ tubuh yang terkena kanker. Namun secara umum, beberapa gejala yang sering dirasakan oleh penderita kanker adalah:
- Muncul benjolan;
- Nyeri di salah satu bagian tubuh;
- Pucat, lemas, dan cepat lelah;
- Penurunan berat badan secara drastis;
- Gangguan buang air besar atau buang air;
- Batuk kronis;
- Demam yang terus berulang;
- Memar dan mengalami perdarahan secara spontan.

Stadium Pada Kanker

Stadium kanker bermanfaat bagi dokter maupun pasien untuk mengetahui seberapa parah kanker yang dialami, sehingga dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dokter untuk menentukan rencana penanganan terbaik, beserta dengan peluang hidup pasien. Adapun stadium kanker yaitu:
Stadium 0
Pada stadium ini, sel kanker baru tumbuh dan berada di tempat pertama kali sel kanker tersebut tumbuh. Sel kanker pada stadium ini belum menyebar ke jaringan-jaringan tubuh lain di sekitarnya.
Stadium I
Pada stadium I juga disebut sebagai kanker stadium awal, jaringan sel kanker pada stadium ini masih berupa kanker berukuran kecil dan juga belum tumbuh sampai ke dalam jaringan tubuh serta belum menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Stadium II
Pada stadium ini sel kanker sudah berkembang dan tumbuh lebih besar dibandingkan dengan stadium sebelumnya. Sel kanker pada stadium ini juga masih bertahan di tempat awal muncul dan belum menyebar ke jaringan lainnya.
Stadium III
Pada stadium III kondisi sel kanker hampir sama dengan sel kanker stadium II. Namun, sel-sel tersebut sudah tumbuh lebih dalam ke jaringan tubuh. Ada yang sudah mulai menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya. Meskipun demikian, sel kanker belum sampai menyebar ke bagian tubuh lain.
Stadium IV
Pada stadium ini, sel kanker yang semula berada di satu tempat sudah menyebar, setidaknya sampai ke 1 jaringan organ tubuh lain. Penyebaran sel kanker ini dikenal dengan istilah metastasis sel kanker.

Data Mengenai Kanker

Menurut data WHO (World Health Organisation) sebagaimana yang dikutip dari laman depkes.go.id, di tahun 2018 terdapat 8,1 juta kasus baru dengan angka kematian sebesar 9,6 juta kematian, dimana 1 dari 5 laki-laki dan 1 dari 6 perempuan di dunia mengalami kejadian kanker. Data tersebut juga menyatakan 1 dari 8 laki-laki dan 1 dari 11 perempuan, meninggal karena kanker.


Sedangkan di Indonesia, data berikutnya menunjukan angka kejadian penyakit kanker mencapai 136.2 per 100.000 penduduk,  angka tersebut menempatkan Indonesia berada pada urutan 8 di Asia Tenggara dan urutan ke 23 di Asia. Angka kejadian tertinggi di Indonesia untuk laki laki adalah kanker paru yaitu sebesar 19,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 10,9 per 100.000 penduduk, yang diikuti dengan kanker hati sebesar 12,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 7,6 per 100.000 penduduk.

Sedangkan angka kejadian untuk perempuan yang tertinggi adalah kanker payudara yaitu sebesar 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk yang diikuti kanker leher rahim sebesar 23,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 13,9 per 100.000 penduduk.

Selain data dari WHO di atas, berdasarkan data hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sebagaimana yang dikutip langsung dari lama depkes.go.id, prevalensi kanker di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan dari 1.4 per 1000 penduduk di tahun 2013 menjadi 1,79 per 1000 penduduk pada tahun 2018. Prevalensi kanker tertinggi adalah di provinsi DI Yogyakarta 4,86 per 1000 penduduk, diikuti Sumatera Barat 2,47 79 per 1000 penduduk dan Gorontalo 2,44 per 1000 penduduk.

Pinternya Kanker Berkamuflase Menggunakan PD-L1

Secara normal, dalam tubuh kita sudah ada sistem imun yang berfungsi untuk mendeteksi dan menghancurkan sel asing atau sel abnormal di dalam tubuh dengan mengarahkan pasukan sel T. Sel T atau limfosit T  merupakan salah satu sel darah putih yang berperan sebagai antibodi pada tubuh. Namun karena adanya PD-L1, kanker dapat berkamuflase dan mengecoh sistem imun (Sel T) dalam tubuh kita.


PD-L1 sendiri merupakan sebuah protein yang berada dipermukaan kanker dan menjadi faktor penghalang (atau disebut immune checkpoint) dalam sistem imun di tubuh kita terhadap kanker.

Ketika protein PD-L1 bertemu dengan protein lain seperti B7.1 dan PD-1 dapat berakibat pada menghambatnya proses pembentukan dan aktivasi pasukan sel T di kelenjar getah bening dan menghalangi proses penghancuran sel kanker oleh sel T di dalam tumor.

Imunoterapi, Inovasi Terbaru Solusi Hancurkan Sel Kanker

Dibalik meningkatnya kasus kanker di dunia yang kemungkinan diakibatkan oleh kemampuan kanker dalam berkamuflase sebagaimana digambarkan dalam ulasan di atas. Dan seiring perkembangan zaman yang semakin modern, dunia medispun mengalami kemajuan, para ilmuan berupaya untuk menemukan inovasi terbaru untuk menyembuhkan penyakit kanker. Imunoterapi adalah inovasi tersebut, sebuah terobosan baru untuk pengobatan kanker, sehingga memberikan harapan hidup dan kualitas hidup yang lebih baik untuk para pasien kanker.


Imunoterapi kanker merupakan standar baru dalam pengobatan kanker yang bekerja dengan cara mengembalikan kemampuan sistem imun di dalam tubuh pasien sendiri agar dapat melawan sel kanker tersebut.

Saat ini satu-satunya imunoterapi yang ada di negara kita adalah atezolizumab. Berdasarkan penelitian, atezolizumab memberikan rata-rata survival hingga 13,8 bulan dan durasi respons yang panjang hingga 23,9 bulan pada pasien kanker paru stadium lanjut memberikan durasi respons yang panjang hingga 21,7 bulan bagi pasien kanker kantong kemih, dan efek samping yang lebih terkontrol dibandingkan dengan pengobatan standar lain.

Berbeda dengan kemoterapi yang menggunakan zat kimia dan memiliki efek yang cukup besar dalam mempengaruhi sel lain, seperti sel pada kulit, usus, serta rambut.

Untuk lebih memahami bagaimana gambaran efek Imunoterapi terhadap Sel T dalam menghancurkan sel kanker, mari kita tonton video berikut:

Kesimpulan

Dibalik meningkatnya prevalensi pasien kanker di dunia dan Indonesia, kita patut bersyukur karena para ilmuan telah menemukan sebuah terobosan baru dalam dunia pengobatan kanker yaitu Imunoterapi. Penemuan Imunoterapi kanker merupakan sebuah cahaya harapan bagi para pasien baik itu meningkatkan harapan hidup lebih lama maupun kualitas hidup yang lebih baik. Namun perlu untuk kita ketahui, tidak semua kanker memiliki protein PD-L1, untuk itu harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan menghubungi dokter profesional kanker. Oke.

Sekian ulasan saya kali ini, semoga memberikan manfaat untuk para pembaca. Salam literasi!

Disclaimer: 
Tulisan di atas merupakan karya orisinal penulis yang diikutsertakan dalam Lomba Menulis Blog dengan tema "Kalahkan Kanker dengan Imunoterapi" yang diadakan oleh www.kalahkankanker.com

Image and Video Source:
- Shutterstock
- roche.co.id

Infografis By:
- Lalu Teguh Jiwandanu
- kalahkankanker.com


Belum ada Komentar untuk "Kalahkan Kanker Dengan Imunoterapi"

Posting Komentar

Bagaimana tanggapan Anda mengenai ulasan di atas?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel