Cahaya Lentera di Tanah Papua

Freeport Indonesia

Siapa sangka sebuah ekspedisi itu menjadi cikal bakal nyalanya cahaya lentera, cahaya lentera yang mengubah segalanya, menghilangkan kegelapan menjadi cahaya harapan, cahaya lentera yang hingga kini menerangi mimpi-mimpi anak dan pribumi di Bumi Cendrawasih.

Pulau Papua, sebuah pulau indah nan kaya di ujung timur Indonesia yang semua orang tentu mengenalnya, pulau yang masih subur nan asri layaknya surga duniawi, pulau yang memiliki sejuta keanekaragaman hayati, pulau yang menjadi sumber kehidupan bagi pribumi negeri.

Namun dibalik kekayaan sumber daya alam yang berlimpah, sebelum tahun 1967 adalah menjadi tahun-tahun kegelapan bagi Papua, sumber daya alam tidak memiliki makna berarti sama sekali bagi masyarakat kala itu, rendahnya kemampuan masyarakat untuk bisa mengelolanya dan tingkat pendidikan yang rendah, masyarakat yang mudah terkena penyakit, serta rendahnya taraf perekonomian membuat masyarakat tidak bisa merasakan secara optimal sumber daya alam yang ia miliki. Aksesbilitas merupakan salah satu penyebab terjadinya ketimpangan kesejahteraan yang terjadi di negeri ini.

PT. Freeport Indonesia itulah Cahaya Lentera di Tanah Papua, kehadirannya menandakan angin segar bagi Papua bahkan negara. Salah satu perusahaan pertambangan terbesar di dunia, tentu tidak perlu untuk saya memberitahukan kepada Anda. Semenjak didirikan pada tahun 1967 hingga sekarang betapa besarnya kontribusi Freeport Indonesia bagi masyarakat terlebih kini 51% sahamnya sudah menjadi miliki bangsa Indonesia.

Tidak hanya berkonsentrasi pada pertambangan, PT. Freeport Indonesia (PTFI) tidak melupakan visi misinya, membantu pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua. Melalui prinsip pembangunan yang bekelanjutan, PT. Freeport Indonesia mengadakan program-program unggul untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Papua, salah satunya beasiswa.



Vicky Junaedi Meruwella dan Meliana Mitapo, merupakan dua dari ratusan mahasiswa berprestasi Papua penerima program beasiswa Community Colege Initiative, sebuah beasiswa dari PT. Freeport Indonesia yang berkolaborsi dengan American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF).

Kehadiran beasiswa tersebutlah yang memberikan semangat bagi Vicky dan Meliana serta ratusan penerima beasiswa lainnya untuk mencari ilmu di luar negeri dan pulang membawa perubahan. Tentu tak dabat disembunyikan, pendidikan masih menjadi masalah utama di tanah Papua. Dengan program beasiswa itulah diharapakan oleh PT. Freeport Indonesia agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat Papua pada umumnya.

Tidak hanya melalui program beasiswa, PT. Freeport Indonesia juga memiliki program lainnya sebagai bukti nyata sumbangsih bagi negeri dan bagi masyarakat Papua sendiri. Program-program PT. Freeport Indonesia meliputi hampir semua aspek kehidupan mulai dari pendidikan, kesehatan hingga perekonomian.

Sejak tahun 1996 PT. Freeport Indonesia telah berkomitmen untuk menyisihkan sebagian dari pendapatannya demi kepentingan masyarakat setempat melalui Dana Kemitraan PTFI. Dana Kemitraan tersebut dikelola dan disalurkan oleh sebuah organisasi yang bernama Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK).

Program Pembinaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (PP-UMKM) 
PTFI dan LPMAK terus menerus memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui Pembinaan pengembangan bisnis bagi sekitar 220 usaha kecil dan menengah serta usaha lokal dan menciptakan lebih dari 1.000 lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Pembinaan juga dilakukan terhadap 317 nelayan di 19 desa, bekerjasama dengan Keuskupan Mimika dan berhasil memproduksi tangkapan ikan sebanyak 57,5 ton.

Program Kesehatan

PTFI menyediakan layanan rumah sakit yaitu Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) dan Rumah Sakit Waa Banti (RSWB) bagi masyarakat Mimika, melakukan penyuluhan dan konseling HIV & AIDS kepada sekitar 17.000 orang dewasa dan remaja di Kabupaten Mimika hingga mengurangi jumlah kasus TB hingga 11% di tahun 2012.

Program Pendidikan 
PTFI dan LPMAK Sejak Tahun 1996 hingga tahun 2018 telah memfasilitasi 11.000 siswa dalam program beasiswa mulai dari tingkat SD sampai dengan S3 dan secara rutin melakukan monitoring langsung ke sekolah-sekolah dimana para penerima beasiswa tersebut menempuh pendidikannya.

Pemberdayaan Perempuan
PTFI melalui Koperasi Aitomona sejak tahun 2008 memberdayaan perempuan Papua dan memberikan pelatihan bagi para ibu rumah tangga. Lewat berbagai pelatihan seperti mengelola keuangan keluarga, menjahit sampai dengan membuat makanan dari bahan lokal diharpakan dapat meningkatkan pendapatan keluarga.

Ketenagakerjaan
Sejak tahun 1996 PTFI telah berkomitmen untuk melipatgandakan jumlah karyawan asli Papua yang memegang posisi manajemen strategis.

Tidak hanya berfokus pada programnya, PTFI juga tidak melupakan menejemen lingkungan, FTPI memiliki komitmen untuk merehabilitasi area yang sudah tidak lagi dioperasikan. 


Itulah sedikit ulasan saya mengenai kontribusi nyata PT. Freeport Indonesia bagi negara dan khususnya bagi Papua. Tentu saya mengajak untuk kita semua mendukung program-program PT. Freeport Indonesia demi kesejahteraan masyarakat yang lebih cepat dan merata. 

#FreeportIndonesia #NarasiDariPapua #MiningForLife
Disclaimer: 
Tulisan di atas merupakan karya orisinil penulis yang diikutsertakan dalam Freeport Indonesia Writing Blog Competition dengan tema "Kontribusi Freeport Indonesia untuk Papua" yang diadakan oleh PT. Freeport Indonesia (PTFI)

Image and Video Source:
- PT. Freeport Indonesia (https://ptfi.co.id/)

Infografis By:
PT. Freeport Indonesia (https://ptfi.co.id/)



1 Komentar untuk "Cahaya Lentera di Tanah Papua"

Bagaimana tanggapan Anda mengenai ulasan di atas?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel