Antara Koperasi dan Generasi Milenial


"Hay sahabat journey, bagaimana kabarnya hari ini?, semoga selalu sehat ya sobat." Kali ini kita sedikit mengulas mengenai hubungan antara Koperasi dan Generasi Milenial, kira-kira ada hubungannya gak ya?, atau jangan-jangan sobat masih belum terlalu tau mengenai koperasi?. Oke tenang sobat, kita akan cari tau jawabannya di bawah ini.

Berawal dari kegelisahannya melihat kondisi masyarakat tempat ia tinggal, Ibu Sukmariah berhasil membuktikan bahwa ekonomi kerakyatan bukan sekedar slogan. Perempuan berusia 38 tahun asal Desa Munjul, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang menjadi pelopor berdirinya koperasi simpan pinjam di Desanya.


Melalui koperasi yang ia bangun pada tahun 2010, perempuan kelahiran Tangerang, 12 November 1981 tersebut melakukan pemberdayaan kepada warga tempat ia tinggal, mulai dari pelatihan, permodalan, hingga mencarikan pasar untuk penjualan produk-produk yang sudah dihasilkan warga.

Sebelum berdirinya koperasi tersebut, desa tempat Ibu Sukmariah tinggal merupakan desa miskin dengan jumlah pengangguran yang banyak dan tergolong masyarakat ekonomi rendah. Namun berkat dirinya, kini taraf hidup warga di desanya sudah menjadi lebih baik.


Bapak Jaya Hartono dan Ibu Sahana Bona merupakan contoh warga binaan yang sukses berkat koperasi Ibu Sukmariah. Usaha lele Bapak Jaya Hartono yang mulanya bangkrut kembali lagi berjaya setelah Ibu Sukmariah memberikan pemberdayaan, begitu juga dengan Ibu Sahana Bona yang sukses mendirikan produk UKM yaitu kripik pisang berkat pelatihan dari Ibu Sukmariah.

Kalau kita mencari kata "Sukmariah" di pencarian google, kita akan menemukan kisah inspiratif ibu Sukmariah yang terpampang diberbagai situs berita besar seperti okezone.com, viva.co.id, mediaindonesia.com, dan lain-lain.

Beliau juga pernah diundang dalam acara talkswoh Kick Andy dan mendapatkan beberapa penghargaan atas jasanya mempelopori koperasi yang memberikan perubahan kehidupan bagi ratusan warga di desanya. 

Membaca kisah inspiratif ibu Sukmariah, sayapun termotivasi untuk membuat koperasi suatu saat nanti. By the way, sobat sudah tau enggak apa itu koperasi? bagaimana sistem kerja koperasi?


Mendengarkan kata koperasi, bayangan saya awalnya langsung tertuju pada sebuah kantin sekolah atau kampus. Mungkin ada diantara sobat yang beranggapan begitu. Namun pemahaman saya selama ini ternyata keliru dan sempit sekali.

Pemahaman keliru mengenai koperasi bukan hanya terjadi di saya sendiri, saya tanyakan ke beberapa teman, merekapun menjawabnya berbeda-berbeda, ada yang mengatakan koperasi itu jadul, ada yang memahami bahwa koperasi itu tempat ngutang, bahkan ada yang beranggapan bahwa koperasi itu urusan emak-emak.

Dalam UU No. 17 tahun 2012 tentang Pengkoperasian, Koperasi adalah badan hukum yang didirikan oleh perseorangan atau badan hukum koperasi, dengan pemisahan kekayaan para anggotanya sebagai modal untuk menjalankan usaha, yang memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama dibidang ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan nilai dan prinsip Koperasi.

Lalu apa bedanya koperasi dengan badan usaha lainnya?

Tentu koperasi dengan badan usaha lainnya memiliki perbedaan. Perbedaannya dapat ditemukan dalam prinsip dan nilai-nilai koperasi itu sendiri.

Untuk lebih jelasnya, yuk simak video di bawah ini:



Mendengarkan cerita inspiratif dari Ibu Sukmariah dalam memanfaatkan koperasi sebagai media pemberdayaan masyarakat, tentu saya berharap paradigma kita terhadap koperasi berubah dan tidak lagi memandang koperasi dengan sebelah mata saja.

Dalam perekonomian, koperasi memiliki andil yang sangat besar terhadap pertumbuhan perekonomian di negara kita. Namun karena masih banyak yang belum memahami maka banyak yang memilih bentuk perusahaan perseorangan atau perseroan. Padahal bentuk usaha ini memerlukan modal yang tidak sedikit dibandingkan dengan modal berkoperasi yang dimiliki dan dimodali bersama.

Disisi lain juga wajah koperasi masih dianggap tempat perkumpulan orangtua, dan seperti ketinggalan zaman. Rebranding dan pembuatan koperasi berbasis aplikasi smartphone kini sudah dicoba lakukan untuk menarik simpati dari generasi milenial.

Kenapa sih harus generasi milenial? jawabannya karena generasi milenial merupakan generasi yang dianggap lebih produktif, kreatif, dan inovatif serta visioner dibandingkan dengan generasi yang lainnya.

Berdasarkan survei penduduk antar sensus (Supas) 2015 jumlah penduduk Indonesia pada 2019 diproyeksikan mencapai 266,91 juta jiwa. Menurut jenis kelamin, jumlah tersebut terdiri atas 134 juta jiwa laki-laki dan 132,89 juta jiwa perempuan. 

Indonesia saat ini sedang menikmati masa bonus demografi di mana jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dari usia tidak produktif, yakni lebih dari 68% dari total populasi. Adapun penduduk dengan kelompok umur 0-14 tahun (usia anak-anak) mencapai 66,17 juta jiwa atau sekitar 24,8% dari total populasi. Kemudian penduduk kelompok umur 15-64 tahun (usia produktif) sebanyak 183,36 juta jiwa atau sebesar 68,7% dan kelompok umur lebih dari 65 tahun (usia sudah tidak produktif) berjumlah 17,37 juta jiwa atau sebesar 6,51% dari total populasi.



Menurut saya koperasi dan generasi milenial dapat menjadi soko guru perekonomian terbesar di negara kita. Antara koperasi dan generasi milenial saling bergantungan. Dengan generasi milenial, diharapkan mampu menciptakan koperasi yang lebih banyak dan inovatif. Sebaliknya, keberadaan koperasi diharapkan dapat meningkatkan produktifitas generasi milenial.

Kolaborasi antara koperasi dan generasi milenail diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi pengangguran, dan menumbuhkan UKMK yang lebih banyak demi terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Akhir kata, saya mengajak diri saya sendiri dan sobat sekalian untuk berkoperasi.

Milenial Berkoperasi, Majukan Negeri :D


Disclaimer: 
Tulisan di atas merupakan karya orisinil penulis yang diikutsertakan dalam Lomba Blog dengan tema "Reposisi Koperasi di Era Transformasi" yang diadakan oleh Multi Inti Sarana Group (MIS Group).

Image Source:
- Dokumentasi Pribadi
- Purepng.com

Infografis By:
- Lalu Teguh Jiwandanu

0 Response to "Antara Koperasi dan Generasi Milenial "

Post a Comment

Bagaimana tanggapan Anda mengenai ulasan di atas?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel