Peran Polda NTB dalam Pemilu Serentak 2019 Yang Perlu Kamu Ketahui


Tidak perlu mengaktifkan alarm, setiap pagi ibu saya selalu membangunkan saya untuk sholat subuh. Saya pun bangun, dan menunaikan sholat. Setelah sholat, saya biasanya langsung buka laptop untuk lanjut menyelesaikan skripsi. Tiba-tiba, seseorang datang kerumah saya:

Inaq Cemok : Assalamu'alaikaum..
Bapak Saya  : Wa'alaikummussalam..

Inak Cemok : Arak Teguh nike? (Ada Teguh?)
Bapak Saya  : Oh, niki lek kamarn taok, nyeken gawek skripsin. (Oh, dia dikamarnya, sedang kerjain skripsi)

Saya             : Tiang Pak (sembari keluar melihat siapa yang mencari saya)
Bapak Saya  :  Teboyakm sik inaq Cemok. (Dicari sama inak Cemok)

Saya             : Oh, arak napi inak? (Ada apa Bu?)
Inaq Cemok : Ndekm repot lemak aru anak'k? (Ndak repot besok nak?)
Saya             : Ndek inak. (Ndak Bu)
Inaq Cemok : Baum lemak aru cari saksin kakakm (Bisa kamu besok jadi saksi kakakmu?)
Saya             : Insyaallah baun inaq (Insyaallah bisa inaq)

***
Begitulah percakapan singkat saya dengan seorang tamu yang kebetulan tetangga saya yang anaknya nyalon sebagai anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah Dapil I Kota Praya, sehari sebelum pemilu. Saya dipercayakan Inaq Cemok sebagai saksi anaknya ketika hari pemilu besok, saya dikasih surat mandat dan uang dalam amplop.

Saya mengira, uang itu adalah sogokan alias money politic, ternyata kata Bapak saya itu bukan uang sogokan, tapi itu uang upah yang sudah dipersiapkan caleg untuk diberikan kepada saksinya. Wajarlah, tahun ini saya pertama kali menjadi saksi. Jadi, saya ambil uangnya.

Pemilu tahun ini saya rasakan begitu berbeda sekali dengan pemilu sebelumnya, ini adalah pemilu ke tiga saya, yang sebelumnya enggak ada gairah sama sekali untuk nyoblos (tapi saya ndak pernah golput), tapi tahun ini sangat berbeda sekali, saya melihat tidak hanya orang dewasa saja yang mersakan, anak-anak yang masih SD pun ikut merasakan bahkan ikut berkampanye di kampung saya. Luar biasa..

Menurut saya, mungkin ini terjadi karena pertama kali diadakan pemilu serentak, pemilu terakbar yang belum pernah ada dalam sejarah dunia. Menurut Kapolri Jendral Tito Karnavian, pemilu 2019 merupakan pemilu yang paling kompleks di dunia, karena pileg dan pilpres dilaksanakan dalam satu hari yang melibatkan setidaknya 190 juta peserta pemilu.

Menurut KPU, ada 810.329 TPS tersebar di Indonesia, di NTB sendiri menurut Ketua KPU NTB Lalu Askar Ansori ada 15.997 TPS. Coba bayangkan, betapa banyaknya TPS yang ada di NTB. Jadi, tentunya keamanan sangat dibutuhkan saat pemilu.

Kegiatan KPPS yang sedang menunjukkan Kotak Suara yang masih tersegel kepada pada Peserta Pemilu, PTPS, Saksi, dan Polisi

Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, tumben sekali saya mandi pagi sekali, sehabis mandi dan pakai baju saya langsung ke TPS 16 Kelurahan Tiwugalih, Kecamatan Praya, Lombok Tengah (TPS tempat saya nyoblos). Saya datang sebelum TPS dibuka, saya bersama seorang bapak Polisi, KPPS, PTPS,  memastikan kotak suara masih tersegel rapi.

Alhamdulillah, sekitar jam 8 pagi, saya sudah menggunakan hak pilih saya.
Saya saat memasukkan lembar surat suara  

Jam 12.00 WITA TPS sudah ditutup, dari 295 peserta pemilu yang terdaftar, hanya 261 yang menggunakan hak pilihnya. Setelah istirahat, sholat, dan makan, KPPS beserta Petugas Pengawas (PTPS), Polisi, dan saksi melanjutkan kegiatan perhitungan. Kegiatan perhitungan selesai sampai jam 21.00 WITA, dan sekitar jam 2 pagi sertifikat hasil pungutan suara (C1) sudah terisi dan ditandatangani.

Pak Rocky yang sedang Menjaga Keamanan dan Ketertiban TPS
Sumber : Pribadi

Sungguh lelah sekali menjadi saksi, saya kira mudah, saya harus mengawasi setiap kegiatan yang dilakukan KPPS, namun alhamdulillah, tidak hanya saya yang menginginkan pemilu yang jujur, damai, dan aman. Namun pihak polisi meyakinkan saya bahwa pemilu akan berjalan dengan jujur, damai, dan aman.

Namun disisi lain, tidak sedikit dari masyarakat yang beranggapan bahwa polisi tidak memiliki peran dalam pemilu. Padahal, saya sebagai saksi partai pun tidak akan memiliki arti tanpa adanya bantuan dari Polisi. Bahkan pemilu serentak 2019 ini tidak mungkin selesai dengan aman sampai hari ini tanpa campur tangan pihak Polisi, salah satunya Kepolisan Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) yang berhasil menciptakan pemilu yang aman di NTB. Tanpa adanya peran Polda NTB maka pasti terjadi kecurangan maupun ketidakamanan saat pemilu di wilayah NTB.

Mungkin, teman-teman akan bertanya, memang Polda NTB perannya apa sih dalam Pemilu kali ini?

Oleh sebab itu, dalam tulisan ini, saya akan mengulas Peran Polda NTB dalam Pemilu Serentak 2019 Yang Perlu Kamu Ketahui. (disimak ya guys)
KPPS, PTPS, dan Saksi boleh istirahat setelah melakukan tugasnya, namun Kepolisian RI dalam hal ini Polda NTB masih tetap bekerja lo sampai pasca pemilu, lalu apa saja peran polda NTB:



1. Melakukan Patroli Saat Masa Tenang
Tahukan teman-teman, sebelum pemilu serentak 2019 dilaksanakan, Polda NTB juga berperan melakukan patroli lo, hal tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan sebelum pemilu sekaligus mengecek pergeseran logistik pemilu di tiap-tiap PKK Kecamatan. Kegiatan tersebut pernah dilakukan oleh Polres AKBP Heri Wahyudi Lombok Barat  bersama anggotanya dan berkerjasama dengan TNI AD 1606 WB.

2. Menjaga Keamanan Distribusi Logistik Pemilu 2019
Selain menjaga keamanan saat masa tenang, Polda NTB juga berperan menjaga keamanan distribusi logistik pemilu ke beberapa daerah, kegiatan ini pernah dilakukan oleh Kapolres Lombok Tengah AKBP Budi Santosa, S.I.K, M.H dengan Dandim 1620 Loteng Letnan Kolonel Czi Prastiwanto, S.E demi terwujudnya pemilu yang aman, damai, dan sejuk di wilayah hukum Lombok Tengah.

3. Menjaga Keamanan Saat Pemilu Berlangsung
Ini tidak kalah penting, demi terciptanya proses saat pencoblosan berjalan dengan aman dan lancar serta jujur, Polda NTB juga berperan penting dalam menjaga keamanan saat pemilu/pencoblosan berlangsung, hal ini pernah dilakukan oleh Bapak Rocky saat menjaga TPS kami.

4. Menjaga Keamanan Distribusi Logistik Setelah Pungutan Suara
Tidak sampai saat berlangsung pemilu, Polda NTB juga berperan penting dalam menjaga keamanan pendistribusian logistik menuju tingkat wilayah lebih tinggi, sehingga tidak ada terjadi kecurangan, hal ini pernah dilakukan oleh bapak Rocky bersama timnya yang lain satu hari setelah pemilu.

5. Menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Pasca Pemilu
Demi terjaga keamanan dan ketertiban masyarakat pasca pemilu, Polda NTB sangat berperan dalam mempertahankan kondusifitas pasca pemilu agar tidak terjadinya perpecahan antar masyarakat yang berbeda pilihan, kegiatan tersebut pernah dilakukan oleh Kapolres Mataram AKP Gusriyadi Abustan, S.H.. Selain itu, Kapolres Sumbawa Tunggul Sinatrio, SIK. M.H, mengajak masyarakat Sumbawa untuk menjaga keamanan seperti semula  pasca pemilu.

Tidak hanya itu saja, selain berperan dalam menjaga keamanan sebelum, sedang, dan sesudah pemilu di dunia nyata, Polda NTB juga melakukan sosialisasi di dunia maya melalui akun media sosialnya, salah satunya akun instagram Polda NTB (@poldantb) yang tidak bosan-bosannya selalu mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat:


Sebelum pemilu berlangsung, melalui akun instagramnya, Polda NTB mengimbau masyarakat NTB untuk saling menghormati satu sama lain, saat masa tenang berlangsung. Selain itu, Polda NTB juga menghimbau masyarakat agar tidak tergiur dengan money politic sehingga terciptanya pemilu yang bermartabat.


Sedangkan saat pemilu berlangsung, Polda NTB melalui akun media sosialnya, meyakinkan masyarakat agar jangan ragu ke TPS karena Polda NTB bersama TNI menjamin keamanan TPS saat pemilu berlangsung.


Sedangkan sesudah pemilu berlangsung, Polda NTB juga menghimbau masyarakat agar tidak melakukan mobilisasi massa, tidak melakukan euphoria kemenangan secara belebihan, dan mengajak masyarakat agar bijaksana menerima proses dan sistem dalam Pemilu tahun ini.

Bagaimana teman-teman?, sekarang sudah tau kan Peran Penting Polda NTB dalam menjaga Keamanan Pemilu Serentak 2019. Tidak hanya saat pemilu saja, bahkan jauh hari sebelum pemilu dan sampai nanti penetapan suara, Polda NTB sangat berperan.

Namun teman-teman, Polda NTB juga tidak akan melaksanakan tugas dan perannya dengan baik tanpa adanya dukungan dari masyarakat, oleh sebab itu, dukungan serta kerjasama Polisi dan Masyarakat sangat diperlukan demi terciptanya pemilu yang aman di tahun berikutnya dan demi terciptanya lingkungan hukum yang kondusif.

#PemiluMestiAman #PoldaNTBMenjaminPemiluAman



Yuk kenalan lebih dekal lagi dengan POLDA NTB dengan mengikutinya di:
- Instagram : @poldantb
- Facebook : @Info Polda NTB
- Website :  http://tribratanews.ntb.polri.go.id/

Referensi :

Sumber gambar:
- pribadi
- @poldantb

Infografis by : Lalu Teguh Jiwandanu



7 Komentar untuk "Peran Polda NTB dalam Pemilu Serentak 2019 Yang Perlu Kamu Ketahui"

  1. Bener sekali mas, kemarin saja di Dompu, para Polisi sampai nginep ndak pakek alas di TPS kampung sy

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama mbak, disini juga Pak Polisi sampai nginep demi buat ngejaga kotak suara. Terimkasih sudah mampir mbak

      Hapus
  2. Memang tanpa Polisi sya yakin akan banyak terjadi kecurangan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget Bro. Tapi disisi lain malah ada sebagian masyarakat yg belum tau peran Polisi. hemm

      Hapus
  3. Informasi yg bermanfaat, Semoga menang kakku :)

    BalasHapus

Bagaimana tanggapan Anda mengenai ulasan di atas?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel